Hidup Minimalis? Apa Relevansinya dengan Pandemi Covid-19?

Kita sudah tidak asing mendengar, melihat, dan merespon informasi atau berita mengenai Covid-19. Banyak berita tersebut yang tersebar ke mana-mana. Ada di grup Whatsapp, koran, stasiun televisi, dan apa pun sumbernya yang berkaitan dengan fenomena saat ini. Kehidupan sehari-hari kita bukan hanya dipenuhi berita Covid-19, ada ujian sekolah yang harus dituntaskan, bekerja untuk menafkahi keluarga, makan dan minum yang menjadi kebutuhan pokok, dan berbagai tanggung jawab lainnya yang harus diemban.

Meluasnya epidemi Covid-19 menjadikan banyak jalan, gedung, mall, dan berbagai infrastruktur lainnya bebas dari suasana yang penuh hiruk-pikuk. Selain itu, kemacetan yang menyebabkan sesak di jalan sudah mengurang. Work From Home (WFH) telah diberlakukan pemerintah guna mereduksi dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah. Dengan berkurangnya aktivitas di luar, hal ini bisa menyelesaikan segala kompleksitas yang ada dengan segera.

Baik secara sadar maupun tidak sadar, pemerintah sudah menjalankan konsep hidup minimalis di tengah pandemi Covid-19 ini. Pada mulanya, konsep ini diterapkan dalam dunia arsitektur. Tapi, seiring berjalannya waktu konsep ini sudah berlaku terhadap seluruh aspek kehidupan. Lalu, apa relevansinya antara konsep hidup minimalis dengan Pandemi Covid-19 atau yang kita kenal dengan virus Corona?

Konsep hidup minimalis ini memiliki arti bahwa dengan mengurangi akan mudah mendapat, memperoleh, menemukan, memandang sesuatu berdasarkan perspektif yang benar. Dengan diberlakukannya social distancing, pemerintah mampu memandang fenomena Covid-19 dengan jernih dan komprehensif. Mampu memperoleh dan meriset data virus Corona dengan benar, menemukan solusi yang efektif untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, dsb. Jelasnya, mampu menemukan titik terang untuk mengakhiri masalah ini (Pandemi Covid-19).

Penting rasanya untuk memiliki vitalitas yang baik di tengah fenomena Covid-19. Caranya yaitu dengan berolahraga, pola makan harus teratur, dan istirahat yang cukup. Selain itu, menjaga kebersihan rumah juga bisa diterapkan. Bila dikorelasikan antara menjaga kebersihan rumah dengan konsep hidup minimalis, maka yang bisa dilakukan adalah mengurangi barang-barang yang tidak penting. Hal ini bisa mengurangi debu dan meminimalisir stress yang terjadi.

Keadaan rumah yang minimalis menjadikan pikiran kita bebas dari keruwetan. Ini memudahkan kita untuk merangsang otak kanan (kreativitas). Beragam ide dan imajinasi bisa dikembangkan. Momen-momen di rumah ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas.

Selama di rumah, Anda bisa memanfaatkan momen ini dengan menciptakan desain-desain menarik. Hasil desain tersebut menjadi karya seni yang bisa dijual dalam bentuk produk-produk merchandise menarik. Tokome menyediakan layanan berupa Create Custom dengan fasilitas Online Editor untuk memudahkan Anda mencetak hasil desain menjadi produk merchandise yang diinginkan. Selain itu, Anda bisa memperoleh penghasilan melalui wadah ini.

Yuk berkolaborasi bersama Tokome!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *