Komikus Legendaris Indonesia

Dari jaman ke jaman mulai dari anak-anak yang sudah bisa membaca sampai orangtua pasti tahu komik, yaitu cerita fiktif atau nyata yang dimasukkan ke dalam buku dan terdapat banyak gambar yang bersambungan sampai lembar terakhir. Pembuat komik disebut komikus. Berikut komikus-komikus yang sudah malang melintang di dunia komik lokal. Siapa aja mereka? Simak kutipan berikut.

  1. Kho Wang Gie

Kakek yang satu ini merupakan pelopor komik Indonesia khususnya komik strip. Mulai membuat komik sekitar tahun 30-an, Komik yang paling dikenal adalah Put On yang beredar melalui surat kabar. Put On bercerita tentang kehidupan sehari-hari Put On tokoh keturunan Tinghoa pada masa itu. Kalo kamu baca mungkin agak bingung yah karena beberapa komik masih pakai ejaan lama.

  1. R. A Kosasih

Raden Ahmad Kosasih (almarhum) adalah sosok komikus yang dikenal dengan sebutan “Bapak Komik Indonesia”. Salah satu karyanya berjudul Sri Asih, seorang superhero wanita berkostum wayang, yang terinspirasi dari karakter Wonder Woman. Popularitas Kosasih melejit saat komik wayang dengan cerita Ramayana dan Mahabharata dirilis. Kemampuannya menggarap komik wayang didapat melalui hobi masa mudanya menonton wayang golek, sehingga dia paham banget sama universe yang ada di dunia wayang.

Beliau dijuluki sebagai Bapak Komik Indonesia. Ngga heran sih soalnya beliau merupakan pelopor komik lokal dengan tema pewayangan. Ciri khas karyanya adalah cerita yang diangkat dari kisah pewayangan. Lahir pada tahun 1919 dan meninggal pada tahun 2012 silam, menjadikan A. Kosasih sebagai tokoh berpengaruh dalam dunia komik local.

  1. Ganes T.H

Di tahun 90an siapa yang enggak kenal sama Si Buta dari Goa Hantu? Jagoan buta berambut gondrong yang selalu berkelana sama monyet ini menjadi salah satu jagoan lokal paling ikonis. Karakter pendekar ini dibikin sama Ganes Thiar Santoso alias Ganias TH (almarhum). Ganes memang suka sama komik-komik silat. Dia juga pernah bikin komik yang berjudul Serigala Kota Intanyang bercerita tentang kehidupan masyarakat pribumi keturunan China.

Ganes TH mendapatkan inspirasi untuk menciptakan karakter Si Buta setelah dia menonton film The Blind Gunfighter. Dalam perjalanannya, Si Buta yang bernama asli Barda Madrawata sering berpetualang ke daerah-daerah di Nusantara yang diyakini sebagai Bali, Sulawesi, Jawa dan lain sebagainya. Sepertinya Ganes ingin menyampaikan wawasan Nusantara kepada para pembaca melalui perjalanan Si Buta dan monyet kesayangannya, Wanara. Popularitas Si Buta enggak hanya bisa kita jumpai di komik, karena pada era ’90-an sempat ada serial TV yang diperanin sama alm. Hadi Leo.

  1. Hasmi

Harya Suraminata alias Hasmi (almarhum) adalah komikus yang dikenal lewat karya fenomenalnya, Gundala Putra Petir. Hasmi menciptakan karakter superhero lokal yang terinspirasi dari superhero DC Comics, The Flash. Persamaan antara keduanya bisa dilihat dari kemampuan berlari secepat kilat dan bisa ngeluarin sengatan petir dari tangannya.

Larisnya komik ini bikin karakter Gundala diangkat ke layar lebar pada tahun 1981, dengan Teddy Purba sebagai pemeran Gundala. Hasmi juga pernah terlibat dalam pertunjukan teater bersama Teater Gandrik dengan judul Gundala Gawat pada tahun 2013. Pada tahun lalu, Gundala nyaris aja dibikinin film remake-nya sama Hanung Bramantyo. Sayangnya, hingga sekarang film ini masih belum jelas kelanjutannya.

  1. Dwi Koendoro

Salah satu komikus strip yang cukup melegenda ini lahir pada tahun 1941 di Banjar. Sedari kecil beliau sudah sangat menyukai hal-hal yang berbau film dan animasi. Karyanya yang paling dikenal adalah Panji Koming, sebuah serial komik strip yang berbau kritis. Sekarang beliau aktif mendirikan sebuah perusahaan kreatif yang bergerak di bidang film, animasi dan documenter.

  1. Tatang Suhendra

Komikus bernama asli Tatang Suhendra atau yang lebih ngetop dengan nama Tatang S (almarhum) ini dikenal lewat komik Petruk. Komik yang dulu bisa dibeli di warung-warung ini berkisah tentang Petruk di jaman modern. Petruk yang merupakan warga desa Tumaritis adalah seorang pemuda yang sering terlibat dalam bagai peristiwa mistis nan erotis.

Dalam komik ini, Tatang S mampu menggabungkan unsur silat, erotis dan misteri yang dikemas dalam kehidupan Petruk. Selain itu kehidupan di desa Tumaritis juga menjadi penggambaran kehidupan masyarakat pinggiran yang hidupnya dilanda kemiskinan. Komik ini memuat pesan moral bagi para pembaca melalui peristiwa yang dialami Petruk dan terkadang melibatkan Semar sebagai pemuka desa yang sering digambarkan sebagai sosok tua yang sakti dan bijaksana.

  1. M. Sudharta

Selain menjadi komikus, beliau juga dikenal sebagai seniman besar Indonesia. Pernah turut andil dalam mendesain landmark-landmark di Jakarta, G.M. Sudharta ternyata sangat mencintai dunia seni. Karyanya yang paling dikenal adalah Oom Pasikom yang beredar pada harian Kompas. Melalui karyanya inilah beliau gemar mengkritis keadaan bangsa Indonesia.

Setelah itu mulai banyak komikus yang berkecimpung didunia ini, karya komik yang diceritakanpun bagus mulai dari genre humor, sarkastis sampai campuran. Kamu juga bisa mencari komik-komik seru lainnya di Tokome.id, tempat alternatif yang bisa kamu kunjungi.

Nah, sekarang sudah tahu kan komikus lokal kita?

Komik mana yang sudah kamu punya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *