DIRGAHAYU TNI

Tentara Nasional Indonesia terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan memiliki Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Dalam sejarahnya, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang menggunakan slogan “Catur Dharma Eka Karma” disingkat “CADEK”. Seiring berjalannya era reformasi di Indonesia, TNI mengalami proses reformasi internal yang signifikan. Di antaranya adalah perubahan doktrin “Catur” menjadi “Tri” setelah terpisahnya POLRI dari ABRI.

Sejarah TNI
Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.
Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, dirubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia.
Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Prestasi yang diraih oleh Tentara Indonesia

  1. Pasukan Garuda di Haiti

167 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda. Pemberian Medali PBB ini juga merupakan suatu bentuk pengakuan atas kontribusi yang luar biasa dari 167 tentara penjaga perdamaian PBB dari Indonesia serta sebagai wujud rasa terima kasih dari PBB untuk pengabdian yang telah diberikan bagi kepentingan perdamaian, stabilitas, dan rekonstruksi di Haiti.

2. Pembangunan Jalan di Kongo

Untuk rehabilitasi dan pembangunan fasilitas umum pun, pasukan zeni Kontingen Garuda selalu bisa diandalkan. Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I/Monusco Mission De L Organesation Des Nations Unies Pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo), kini sedang bertugas di Kongo. Di sana, prestasi mereka diakui.

3. TNI Terima Penghargaan UNIFIL

Komandan Pasukan Garuda XXIII-F Letnan Kolonel (Inf) Suharto Sudarsono menerima sertifikat penghargaan PBB dari United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).
Sertifikat diberikan langsung oleh Deputy Force Commander (DFC) UNIFIL Brigjen Patrick Phela di Gedung Markas UNIFIL, Naqoura, Lebanon Selatan, tahun 2012 silam.

4. Raih Predikat Militer Terbaik di Kongo

Dalam pertemuan dengan seluruh staff Monusco, mewakili Tim SRSG Monusco, Mr. Roger Mecce antara lain menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda selama ini, karena dari hasil laporan yang diterima di Kantor Pusat Monusco, Kinshasha, Kontingen Garuda memiliki predikat terbaik diantara Kontingen lainnya serta minim pelanggaran di Kongo. Keberadaan Kontingen Garuda di misi Monusco ini memberikan andil yang sangat besar kepada seluruh kegiatan Monusco.

5. Dapat Penghargaan PBB

Pasukan perdamaian asal Indonesia ini berhasil menerima medali dari MONUSCO (Mission De L Organesation Des Nations Unies Pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo). Dalam sambutannya, Sabbhir juga memuji Satgas Zeni Kontingen Garuda sebagai korps yang memiliki disiplin dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Berikut juga perbedaan Tentara, antara lain :

Tentara Rakyat, yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia.
Tentara Pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya.

Tentara Nasional Indonesia
Tentara Nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama
Tentara Profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *