Cari tau tentang E-money, yuk!

Apa itu e-money ?

Saat ini lembaga keuangan, khususnya bank menghadapi tantangan baru dalam pembayaran elektronik. Dalam hal ini bank perlu memanfaatkan teknologi informasi yang akan selaras dengan strategi bisnis.

Perkembangan teknologi yang telah mampu memunculkan credit card dan debit card, saat ini berupaya memunculkan e-money ke hadapan masyarakat. Pada dasarnya e-money telah lama berkembang di dunia perbankan, tetapi penggunaannya belum merata. Hanya beberapa pihak yang menggunakan e-money sebagai alat pembayaran.

Kemunculan e-money ditengah-tengah masyarakat bertujuan untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penggunaan uang tunai. Dikhususkan untuk pembayaran-pembayaran yang bersifat mikro dan ritel. E-money bukan hanya sebagai pengganti uang tunai fisik dalam bentuk koin dan uang kertas dengan uang elektronik yang setara, namun juga sebagai sebuah sistem yang memungkinkan seseorang untuk membayar barang atau jasa dengan mengirimkan nomor dari satu komputer ke komputer lain. Seperti nomor seri pada uang yang nyata, jumlah uang digital yang unik. Masing-masing diterbitkan oleh bank dan mewakili sejumlah uang riil tertentu.

Dibandingkan alat pembayaran non tunai yg berbentuk smart card lainnya, e-money memiliki kelebihan, yaitu:

  1. Dibanding uang tunai, transaksi dengan e-money akan berjalan lebih cepat dan nyaman daripada dengan uang tunai. Nasabah tidak perlu menyediakan uang pas dan tidak harus menyimpan uang kembalian. Dan kesalahan dalam penghitungan uang kembali pun tidak akan terjadi.
  2. Transaksi dengan e-money dapat dilakukan dalam waktu singkat, karena tidak perlu PIN, tidak ada tanda tangan dan tidak ada proses otorisasi online. Biaya komunikasi pun dapat dikurangi karna transaksi dilakukan secara offline.
  3. Isi ulang dapat dilakukan dengan berbagai sarana yang disediakan oleh issuer.

Keuntungan Penggunaan e-Money

  1. Kenyamanan konsumen, dengan fasilitas canggih yang dimiliki e-money, konsumen tidak perlu membawa-bawa uang tunai untuk transaksi bernilai kecil.
  2. Meningkatkan kepercayaan konsumen, adanya kode yang digunakan untuk mengunci sistem dalam kartu, memungkinkan pengguna untuk melakukan penguncian terhadap uang yang ada di smart card jadi jika kartu hilang atau dicuri, orang lain tidak akan dapat menggunakan uang itu.
  3. Keuntungan bagi issuer, sistem e-money jauh lebih murah untuk beroperasi dari model pembayaran lainnya, yang merupakan keuntungan besar. Kewajiban untuk penerbit juga minim, yang mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan.

Bank Mandiri, dalam penerapannya, e-money yang dikeluarkan oleh bank mandiri dapat digunakan di berbagai tempat umum dan saldo maksimal yang dapat diisikan pada smart card adalah Rp 1 juta dan tidak ada nilai minimum dalam transaksinya. E-money yang sudah dapat dibeli mulai tanggal 15 oktober 2012 lalu ini dapat dilakukan pengisian ulang di Alfamart, Alfamidi dan Lawson serta dapat dilakukan di mandiri atm bertanda logo isi ulang dengan menggunakan kartu mandiri debit ataupun kartu debit berlogo atm bersama serta di kantor cabang/merchant retail yang telah bekerja sama, baik dengan menggunakan kartu mandiri debit ataupun secara tunai.

Saat ini e-money sudah berkembang, terutama pada bisnis online shop seperti di Tokome.id yang menjual berbagai merchandise termasuk e-money yang bisa dibawa kemanapun, apalagi di Tokome.id kamu bisa menggunakan desain yang kamu punya atau kamu inginkan. Selain itu e-money mempermudah tiap kamu yang terkadang “lupa bawa dompet“, “lupa bawa uang cash“, “kembaliannya nggak sesuai dan lain sebagainya. Masyarakat saat ini sudah banyak yang menggunakan e-money karna praktis dibawa kemanapun.

Jadi, siapa yang belum memiliki e-money?

Kamu bisa dapatkan melalui website Tokome.id 

http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2013/01/07/e-money-bisakah-diterapkan-di-indonesia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *